Wisata Religi di Masjid Muhammad Cheng Hoo

Food & Travel 09 April 2020

makassar chenghoo masjid religi wisata

Foto: Sultan Agung Trisaputra


Wisata religi adalah sebuah traveling dengan mengunjungi tempat-tempat yang mengandung unsur religi, seperti tempat ibadah atau ziarah ke makam-makam tokoh pemuka agama.

Di Kota Makassar, terdapat beberapa situs makam tokoh pemuka agama dan sejumlah masjid yang dijadikan sebagai ikon kebudayaan islam. Salah satu pilihan rekomendasi bagi Anda untuk melakukan traveling wisata religi adalah Masjid Muhammad Cheng Hoo.

Mengapa Dinamakan Masjid Muhammad Cheng Hoo?
Penggunaan nama masjid ini diambil dari sosok pria muslim keturunan Suku Hui, Provinsi Yunnan, Tionghoa, yakni Laksamana Cheng Hoo. Ia merupakan seorang penjelajah dan pernah mengunjungi Indonesia sebanyak tujuh kali.

Beliau dikenal sebagai pemimpin yang bijaksana dan memiliki pengaruh besar dalam penyebaran dan perkembangan agama islam di Nusantara.

Meski sosok Cheng Hoo tidak pernah menginjakkan kaki ke Sulawesi Selatan, namun Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) dan Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Sulawesi Selatan berinisiatif menggagas pembangunan masjid yang diberi nama “Masjid Muhammad Cheng Hoo”.

masjid cheng hoo
Foto: Ichal Afrizal

Masjid Muhammad Cheng Hoo ini terlatak di Jalan Danau Tanjung Bunga, Makassar. Masjid dua lantai ini selesai dibangun pada 13 Oktober 2012. Bangunan ini diklaim sebagai ikon budaya dengan gaya arsitektur yang unik. Selain di Makassar, bangunan serupa Masjid Muhammad Cheng Hoo ini juga dibangun di Jalan Tun Abdul Razak, Gowa.

Mengulas Sisi Arsitektur Masjid Muhammad Cheng Hoo
Konsep dasar bangunan Masjid Cheng Hoo terinspirasi dari bentuk bangunan Pagoda, monumen peninggalan kebudayaan Budha di mana bentuk bangunan dengan atap bertingkat. Atap masjid ini tidak berbentuk kubah layaknya bentuk masjid pada umumnya, melainkan bertingkat dengan jumlah tiga tingkatan. Semakin ke atas, ukuran atapnya semakin kecil.

Arsitek masjid ini pun menerapkan filosofi pagoda sebagai sebuah simbol. Apabila tingkat spiritual seseorang semakin tinggi, maka hasrat duniawinya pun akan semakin berkurang. Ujung atap yang berukuran kecil menggambarkan hasrat yang tersisa satu, yaitu beribadah kepada Sang Pencipta.

Eksterior masjid memadukan beberapa motif GRC modern bernuansa islam. GRC adalah singkatan dari Glass Reinforced Concrete, dimana berbahan dasar dari campuran beton dan serat kaca. Dinding eksterior dominan berwarna merah hati dikombinasikan dengan warna kuning sehingga menambah ciri khas bangunan arsitektur Tionghoa.

Profil dinding masjid berbentuk potongan segi lima. Filosofi bentuk ini mengandung nilai keislaman, dimana sebagai umat muslim wajib menunaikan shalat lima waktu. Bentuk jendela masjid mengadopsi bentuk lingkaran sebagai tambahan pola agar bangunan tidak berkesan kaku.

Keempat sudut bangunan masjid yang berbentuk persegi ini diberi atap pada setiap sudutnya masing-masing. Bentuk ini diadopsi dari falsafah hidup masyarakat Bugis-Makassar yaitu Sulapa Appa’ yang berarti segi empat. Falsafah ini mengandung nilai keteguhan hati dengan Sang Pencipta, bagaimana menjalin hubungan baik dengan manusia tanpa membedakan asal-usul dan latar-belakang, bagaimana menjaga alam semesta dan lingkungan, serta bagaimana menyatu dengan jiwa sepenuhnya.

Arsitektur Masjid Muhammad Cheng Hoo mengandung gabungan nilai kebudayaan Budha, Tionghoa, dan falsafah hidup masyarakat Bugis-Makassar di dalamnya.

masjid cheng hoo
Foto: Aris Kastiani

Interior masjid terkesan luas karena posisi plafon yang cukup tinggi dan sirkulasi udara sangat baik dari ornamen motif GRC yang digunakan.

Masjid Muhammad Cheng Hoo ini pun dijadikan sebagai tempat prosesi keislaman seseorang (mualaf) di Kota Makassar atau dari kota-kota lain.

Bila Anda berkunjung ke Kota Makassar, maka Masjid Muhammad Cheng Hoo adalah pilihan tepat. Lokasinya strategis berada di pusat Kota Makassar.

Selain berwisata religi, Anda juga dapat menikmati wisata lainnya di sekitar masjid ini karena letaknya berdekatan dengan Mall Trans Studio Makassar, Mall GTC Makassar, dan sejumlah hotel ternama seperti Hotel Gammara dan Hotel The Rinra Makassar.

Anda bisa menginap di kedua hotel tersebut untuk memudahkan akses menuju masjid. Harga menginap per malamnya mulai dari Rp460.000 hingga Rp800.000.

Artikel ini ditulis oleh Aryadi Arman - Makassar

makassar chenghoo masjid religi wisata

Berita Video