Pulau Indah yang Terbentuk dari Bencana Lumpur Lapindo

Food & Travel   26 Maret 2020
Foto: Instagram/@ayo.explore


Sebagian besar bahkan hampir semua warga Indonesia, khususnya Sidoarjo pasti mengetahui tragedi bencana lumpur Lapindo Porong di Sidoarjo. Yup, bencana ini terjadi karena kecelakaan pengeboran tambang minyak di tahun 2006 silam dan menimbulkan semburan lumpur panas hingga meluas ke puluhan desa.

Di setiap masalah, pasti selalu ada hikmah. Begitu juga dengan bencana yang bisa menimbulkan suatu keindahan, seraya hujan yang menghasilkan pelangi. Tak jauh dari titik pusat semburan, terdapat sebuah pulau baru bernama Pulau Sarinah. Posisinya persis berada di Desa Tlocor, Kecamatan Jabon, Sidoarjo, Jawa Timur.

Pulau Sarinah Sebagai Objek Wisata dan Penelitian
Siapa sangka bencana lumpur Lapindo dapat menghasilkan objek wisata menakjubkan di Sidoarjo. Ketika Anda mencoba menelusuri ke bagian muara kali Porong, maka akan terlihat akhir pembuangan lumpur Lapindo.

Lumpur yang terus mengalir ini menimbulkan peristiwa sedimentasi hingga membentuk sebuah pulau. Warga setempat memberikan nama kepada pulau tersebut, Pulau Sarinah.

pulau sarinah
Foto: iwantantomi.wordpress.com

Faktanya sebagian besar warga Sidoarjo belum mengetahui keberadaan objek wisata satu ini. Hal ini membuat banyak orang semakin penasaran, bagaimana bentuk pulau yang terbentuk dari lumpur tersebut?

Awalnya pulau ini hanya berupa lahan gersang. Tapi, karena adanya inisiatif warga sekitar, lahan tersebut ditanami sejumlah pohon bakau dan tumbuhan lainnya. Hasilnya, Pulau Sarinah berubah wujud menjadi tempat wisata yang begitu indah.

Bukan hanya dijadikan objek wisata, Pulau Sarinah yang memiliki luas sekitar 80 hektar ini juga kerap dijadikan sebagai objek penelitian para mahasiswa untuk mempelajari Geologi, Geografi, Suaka, dan bidang lainnya.

Akses Menuju Pulau Sarinah
Tak perlu khawatir jika ingin berkunjung ke Pulau Sarinah karena akses menuju lokasi sangatlah mudah dan terjangkau. Warga setempat sudah menyiapkan sebuah dermaga sebagai tempat berlabuhnya perahu.

pulau sarinah
Foto: Instagram/@yinni.kaixin

Untuk jarak memang sedikit jauh, tapi lelahnya perjalanan terbayar tuntas dengan keindahan panorama di Pulau Sarinah.

Rute menuju Pulau Sarinah bisa dimulai dari jembatan Porong, Sidoarjo kemudian belok ke arah timur. Setelah berjalan sekitar 15 kilometer, Anda akan tiba di Dermaga Tlocor. Dari dermaga, Anda bisa menumpang perahu yang telah disediakan oleh nelayan sekitar lengkap dengan pemandu wisata.

Waktu tempuh menuju Pulau Sarinah menggunakan perahu sekitar seperemat jam. Harga sewanya pulang-pergi mulai dari 150 sampai 200 ribu rupiah.

Saat menyebrangi sungai menggunakan perahu, Anda sudah dimanjakan oleh pemandangan sekitar sungai berupa rerimbunan pohon bakau dan pohon api-api. Ombaknya cukup tenang, jadi Anda bisa menikmatinya dengan sangat santai.

pulau sarinah
Foto: Instagram/@imalavins

Sarana Prasarana Pulau Sarinah
Di dalam Pulau Sarinah, Anda akan menemukan lokasi pemancingan. Tentu keberadaannya begitu menarik, terlebih bagi Anda yang punya hobi memancing. Di sana juga sudah tersedia berbagai kedai yang menjual makanan dan aneka olahan dari ikan air tawar yang siap memuaskan perut para wisatawan.

Bukan itu saja, lokasinya yang dipenuhi pohon bakau seolah memberikan sensasi berpetualang. Tak rugi jika Anda mencoba mengunjungi pulau ini.

Untuk penginapan, tidak ada hotel di dekat Dermaga Tlocor. Anda bisa bermalam di pusat kota Sidoarjo yang menawarkan beragam penginapan dengan harga sesuai budget.

luminor hotel
Foto: booking.com

Salah satu penginapan menarik di Sidoarjo adalah Luminor Hotel. Berlokasi di Jl. Pahlawan, Jetis, Lemahputro, Kec. Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo ini menyediakan akomodasi dengan restoran, parkir pribadi gratis, bar, dan Wi-Fi gratis di seluruh areanya.

Kamar-kamar dilengkapi dengan AC, TV layar datar dengan saluran kabel, teko, shower, perlengkapan mandi gratis, meja dan lemari pakaian.

Harga sewa per malamnya mulai dari Rp408.000 per malam. Informasi lebihlanjut hubungi (031) 99712000.

Artikel ini ditulis oleh Heru Cakiel - Sidoarjo
back to top