Wisata Sejuk di Pantai Hutan Bakau Takkalala Sinjai

Food & Travel   26 Maret 2020
Foto: brisik.id


Sinjai merupakan salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan yang diberi julukan Bumi Panrita Kitta. Selain dikenal sebagai wilayah yang bernuansa agamis dan terpelajar, ternyata di Sinjai juga terdapat objek wisata yang tak kalah menarik dengan daerah lain yang ada di Provinsi Sulawesi Selatan, seperti Makassar, Toraja dan juga Pantai Tanjung Bira yang ada di Bulukumba.

Salah satu destinasi wisata menarik di Sinjai adalah wisata pantai hutan bakau (hubat). Lokasinya sekitar 15 KM dari pusat kota yang beralamat di Takkalala, Desa Sanjai Kecamatan Sinjai Timur. Selain hubat ini, wisata bakau lainnya yang cukup terkenal berada di Tongke-Tongke.

Bagi Anda yang datang dari luar Sulawesi Selatan, untuk mencapai lokasi hubat dapat memulai perjalanan dari Bandara Hasanuddin, Makassar menggunakan mobil travel dengan harga sewa sekitar 100ribu rupiah perorang. Atau menggunakan Damri di terminal Daya ke Sinjai dengan tarif 50ribu rupiah per orang dengan jarak tempuh sekitar 3 sampai 4 jam. Setelah sampai di Kota Sinjai, dapat melanjutkan perjalanan dengan menyewa ojek atau naik mobil angkutan dengan banderol 15ribu-30ribu rupiah.

hutan bakau
Foto: brisik.id 

Pantai hutan bakau Takkalala dengan segala panomaranya sangat cocok untuk dijadikan sebagai tempat liburan sekaligus belajar di alam bagi keluarga, pencinta alam, komunitas lingkungan, mahasiswa, serta peneliti. Sebagai objek wisata andalan Desa Sanjai, pengunjung akan dimanjakan dengan suguhan pohon bakau di sepanjang bibir pantai. Di dalam area hutan bakau juga berdiri gedung penelitian untuk meneliti hutan mangrove.

Selain hutan bakau, pengunjung juga disajikan dengan pemandangan apik berupa jejeran pohon kelapa dan hamparan pasir pantai. Anda juga bisa duduk menikmati kopi atau makanan ringan lainnya di warung warga sekitar ditemani semilir angin yang sesekali berhembus.

Ingin mencoba menginap di sekitaran hutan bakau, maka Anda harus mempersiapkan sendiri perlengkapannya, seperti tenda dan lainnya. Sebab pemerintah desa dan warga sekitar belum membangun villa atau wisma untuk wisatawan di dalam area hutan bakau. Alternatif lain jika ingin menginap dekat dengan lokasi wisata ini adalah mencari sejumlah penginapan di pusat Kota Sinjai dengan tarif berkisar 150ribu-300ribu rupiah per malam.

Di hutan bakau ini juga berdiri jempatan kayu panjang membelah area. Sejumlah gazebo juga sengaja dibangun menghadap ke laut. Dari informasi yang terpampang, semua pendanaan untuk pembenahan tempat wisata bersumber dari dana desa setempat dan sengaja dilakukan untuk menarik minat pengunjung.

hutan bakau
Foto: brisik.id

Selain sebagai tempat wisata dan penelitian, hubat ini juga sering kali dijadikan tempat kegiatan mahasiswa. Tak hanya itu, menurut keterangan warga setempat, rencananya juga akan dibangun kolam renang demi memanjakan pengunjung.

Saat menyusuri jembatan yang terbuat dari kayu ulin dan kepungan sulur-sulur mangrove, maka suasana sejuk dan tenang akan menghampiri. Selain bisa berfoto, liburan Anda lebih bermakna dengan menyaksikan vegetasi bakau, ikan kecil, kicau burung dan lainnya.

Nah, bagi Anda yang ingin berkunjung ke hubat ini, tidak perlu merogeh kocek dalam-dalam karena tiket masuknya gratis. Memasuki destinasi ini pengunjung hanya akan dikenakan tarif parkir 2 ribu rupiah untuk motor dan mobil 5 ribu rupiah saja.

Artikel ini ditulis oleh Syarief Kate - Bone
back to top