Taman Kalong, Sarang Ribuan Kelelawar di Tengah Kota

Food & Travel   26 Maret 2020
Foto: jalanwisata.id


Kalong atau kelelawar biasanya tinggal di goa-goa yang jauh dari keriuhan orang. Namun, hal itu tidak berlaku di kota kecil di tengah-tengah Sulawesi Selatan bernama, Watansoppeng.

Di sini, ribuan kelelawar justru dengan mudah ditemukan dan bertebaran di langit kota yang sejuk. Seperti tak terganggu dengan keruihan kendaraan yang lalu lalang, para kelelawar ini dengan santai bergelayutan, beterbangan dan bersorak satu sama lain.

Begitu pula dengan masyarakat, sedikitpun mereka tak merasa risih dengan kehadiran para kelelawar tersebut. Seperti ada pertalian batin antara keduanya untuk saling menjaga satu sama lain. Karena itulah kota ini, dikenal juga sebagai Kota Kalong.

taman kalong
Foto: jalanwisata.id

Taman Kalong sendiri terletak persis di jantung kota, persis di bawah pohon asam yang dihuni ribuan kelelawar. Kondisi ini membuat warga atau siapapun yang berkunjung ke Soppeng dengan mudah menjumpai ribuan kelelawar beterbangan di langit.

Sejarah dan Mitos
Masyarakat Soppeng percaya bahwa kehadiran ribuan kelelawar di tengah kota memiliki makna mendalam. Kelelawar itu dipercaya sebagai penjaga dan penanda bahwa kota ini masih dalam keadaan baik-baik saja. Sebaliknya, jika para kelelawar ini tiba-tiba pergi atau menghilang, maka sesuatu hal buruk dipastikan akan terjadi.

Konon, dari sejak Raja Soppeng yang pertama, Raja La Temmamala, terjadi perjanjian antara raja dan para kalong tersebut. Bahwa para kalong boleh bertempat tinggal di Soppeng, selama mereka tidak mengganggu dan merugikan masyarakat.

Karena itulah, meski jumlanya ribuan, tak satupun buah-buahan atau tanaman milik warga yang dimakan kelelawar. Bahkan buah asam yang ditempati para kelelawar itu bergelayutan, tak tersentuh sama sekali.

taman kalong
Foto: Instagram/@keliling.sulsel

Berjodoh dengan orang Soppeng?
Mitos lain yang juga umum di masyarakat adalah, jika Anda berkunjung ke Soppeng, dan tanpa sengaja terkena kotoran kelelawar maka akan berjodoh dengan orang Soppeng. Namun, nampaknya ini sekedar mitos belaka. Sebab kejadian itu sangat jarang terjadi.

Adapun masyarakat Soppeng, bukanlah masyarakat tertutup. Artinya tidak perlu menunggu terkena kotoran untuk sekedar menikahi gadis bugis Soppeng yang jelita.

Pemandangan Unik & Spot Foto Instagramable
Saban sore dan malam hari, ramai muda-mudi kota Soppeng mengunjungi Taman Kalong ini. Suasana asri dan sejuk, dilengkapi dengan banyaknya spot foto yang menarik, membuat Taman Kalong tak pernah sepi pengunjung.

Ikon utama taman ini berupa patung kalong besar dan bertuliskan “Taman Kalong”. Patung ini adalah spot berfoto paling digemari. Selain patung kalong, juga terdapat air mancur yang cantik dan menawan. Terutama di malam hari, air mancur kian elok dengan aneka warna lampu-lampu temaram. Di dalam air mancur itu, kerap anak-anak mandi dan bermain air.

taman kalong
Foto: Twitter/@CelebesHeritage

Lelah dan ingin duduk atau beristirahat? Tak perlu risau sebab ada banyak tempat duduk dan gazebo yang disediakan. Semuanya gratis untuk dipakai. Jika ingin ngemil atau mencoba jajanan khas Soppeng, ada banyak pedagang kaki lima yang siap memanjakan lidah.

Sebaiknya berkunjung ke taman ini di sore hari. Selain lebih sejuk, Anda bisa menikmati pemandangan cantiknya langit jingga lengkap dengan ribuan kelelawar beterbangan.

Dikelilingi Bangunan Indah nan Megah
Terletak persis di alun-alun kota Soppeng, membuat taman kalong dikelilingi oleh banyak gedung dan tempat menarik. Sebut saja di bagian timur sedikit, ada Villa Yuliana. Bangunan khas bekas peninggalan Belanda, yang kini difungsikan sebagai museum.

Bangunan ini disebut juga “mes tinggi” sebab posisinya berada di titik tertinggi kota ini. Sehingga dari titik manapun, bangunan ini dengan mudah terlihat.

Di sampingnya ada masjid Agung Darussalam yang kokoh dan menawan. Di sini Anda bisa beribadah atau menikmati setiap sudut masjid yang bercorak indah.

Dibagian barat taman Kalong, terdapat Istana Datu Soppeng. Semacam rumah kerajaan bagi raja atau bangsawan Soppeng.

taman kalong
Foto: kompasiana/Muliana Ulhy

Akses Menuju Taman Kalong
Untuk menuju ke taman kalong Kota Soppeng, tidaklah sulit. Sebab lokasinya terletak persis di jantung kota. Kota soppeng sendiri berada di tengah-tengah dataran tinggi Sulawesi Selatan.

Kalau dari Makassar, perjalanan mobil sekitar 4 jam. Dengan membayar ongkos sekitar Rp100.000, dari terminal Makassar, Anda sudah bisa naik mobil (biasa disebut mobil panther) menuju Soppeng. Jika pandai menawar, harganya bisa jauh lebih murah.

Sampai di Soppeng, Anda bisa menginap di hotel yang berada di pusat kota. Seperti hotel Grand Aisha, Hotel Grand Saota, ataupun Triple 8 The Riverside Resort. Harga menginap bervariasi, mulai dari Rp90.000 sampai Rp250.000 per malam.

Sementara itu, untuk masuk ke Taman Kalong sendiri, tidak dikenakan biaya. Semua fasilitas yang ada bisa dinikmati secara gratis.

Bagaimana, tertarik mengunjungi dan berjumpa ribuan kelelawar kota Soppeng?

Artikel ini ditulis oleh Edward Rhidwan - Makassar
back to top