Pantai Ngliyep dan Mitos Nyi Roro Kidul yang Melegenda

Food & Travel   26 Maret 2020
Foto: brisik.id


Apabila Anda pergi jauh ke ujung selatan Kabupaten Malang, akan banyak menemui pantai eksotis dengan pasir putih, salah satunya adalah Pantai Ngliyep. Pantai Ngliyep yang secara administratif terletak di Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang itu masih sangat alami, dengan dikelilingi oleh hutan tropis dan tebing-tebing curam berwarna kecoklatan yang terlihat menawan. Ombaknya bisa dibilang cukup tenang namun harus tetap berhati-hati dan selalu taati peraturan yang ada.

pantai

Apabila ingin menikmati Pantai Ngliyep dari sudut yang lain, Anda bisa naik ke tebing yang berada di sebelah timur pantai. Dari sana panorama akan terlihat lebih indah, berhiaskan lautan biru yang menawan. Tepat di bawah tebing terdapat Teluk Putri, yang menjadi lokasi tersembunyi di Pantai Ngliyep.

Gunung Kombang dan Cerita Nyi Roro Kidul
Di sekitar Pantai Ngliyep terdapat sebuah bukit karang yang dinamakan Gunung Kombang, yang menyimpan cerita misteri soal Nyi Roro Kidul. Menurut mitosnya, Nyi Roro Kidul sempat melakukan pertapaan di Gunung Kombang sebelum akhirnya menjadi penguasa pantai selatan. Di bukit tersebut juga terdapat pura yang biasanya digunakan masyarakat setempat untuk upacara Larungan, sebagai bentuk rasa syukur dan hormat kepada Nyo Roro Kidul.

kombang

Ada yang unik dari upacara Larungan tersebut, yang mana para pemasak diharuskan laki-laki dan dilarang menggunakan pakaian berwarna hijau, yang menjadi warna kebesaran dari Ratu Nyi Roro Kidul. Tidak hanya itu, para pemasak juga diharuskan berpuasa dan di sekitar dapur dilarang ada unsur perempuan.

Akses ke Pantai Ngliyep
Lokasinya yang berada di ujung selatan Pulau Jawa membuat para wisatawan yang datang dari pusat Kota Malang, diharuskan menempuh perjalanan sejauh 65 km dengan waktu tempuh kira-kira selama 2 jam. Ada dua akses yang bisa dipilih oleh para wisatawan, yakni dari rute Kepanjen-Pagak-Donomulyo-Ngliyep dengan kondisi jalan yang relatif landai, atau bisa juga memilih rute yang kedua dari Malang Kota-Karangkates-Donomulyo-Ngliyep dengan kondisi jalan yang banyak diwarnai tanjakan serta tikungan tajam dan berkelok-kelok. Oleh sebab itu, pastikan kendaraan dalam kondisi prima apabila berencana menuju ke Pantai Ngliyep dengan memilih rute yang kedua.

Tidak ada angkutan umum yang bisa mengantarkan Anda menuju ke Pantai Ngliyep. Hal yang wajar sebenarnya, karena memang pantai ini jauh di pelosok Malang, dan berada di balik rimbunnya hutan tropis. Pantai Ngliyep pun hanya bisa diakses dengan menggunakan kendaraan pribadi, baik itu roda dua atau pun empat.

Untuk bisa menikmati keindahan Pantai Ngliyep, para pengunjung hanya akan dikenakan tarif tiket masuk sebesar Rp15 ribu per orang. Untuk parkir, Rp10 ribu bagi kendaraan roda empat dan Rp5 ribu bagi kendaraan roda dua. Soal fasilitas tidak perlu khawatir, karena sudah sangat lengkap, mulai dari toilet, tempat ibadah, hingga kios-kios penjual minuman dan makanan ringan.

Penginapan
Bagi Anda yang berasal dari luar kota, tidak perlu khawatir soal penginapan. Di sekitar Pantai Ngliyep terdapat banyak penginapan dengan harga yang terjangkau, salah satunya adalah Penginapan PD Jasa Yasa, yang juga mengelola Hotel Wibisono yang terletak di Pantai Balekambang, sekitar 12 km dari Pantai Ngliyep. Di Pantai Ngliyep, Badan Usaha Milik Daerah tersebut juga telah menyediakan tempat penginapan dengan berbagai tipe, mulai dari Wibisono I, Wibisono II, hingga Pondok Bambu.

Harga sewa termurah adalah Pondok Bambu dengan tarif Rp200 ribu per malam, dan yang paling mahal adalah Wibisono I dengan tarif Rp400 ribu rupiah per malam. Apabila Anda berniat menginap di sana, bisa melakukan reservasi terlebih dahulu dengan menghubungi nomor telepon (0341) 365411 atau 362863. Bisa juga dilakukan melalui email dengan alamat jasayasa.kabmalang@gmail.com.

Artikel ini ditulis oleh Febrian Kusumawardani - Gresik
back to top