Kampung Tenun Gang Sambas Jaya

Lifestyle   25 Maret 2020
Foto: brisik.id


Saat ini, Gang Sambas Jaya telah menjadi salah satu kampung wisata di Pontianak berkat produk fesyen yang dihasilkan ibu-ibu setempat di bawah binaan Ibu Kurniati. Bahkan, kini nama Gang Sambas Jaya pun lebih dikenal dengan nama Kanun (Kampung Tenun) oleh warga sekitar.

“Alhamdulillah, kampung tenun telah resmi mendapat sertifikat sebagai kampung wisata dari Pemerintah Kota Pontianak pada lalu,” ujar Agus Sarwoko, pembina Kanun (Kampung Tenun) Batulayang.

Semua itu tak lepas dari jasa Ibu Kurniati (40) yang kerap disapa Kurnia atau Mak Cik. Kurnia yang merupakan penyintas kerusuhan Sambas, hijrah ke Pontianak saat kerusuhan etnis di Sambas pecah sekitar tahun 1999. Sempat menumpang di GOR Pangsuma bersama puluhan pengungsi lainnya, Kurnia sempat berpindah tempat tinggal sebanyak lima kali hingga pada 2001 lalu ia menetap di Gang Sambas Jaya,Kelurahan Batulayang.

penenun

Sebelum 2001, ia membeli suri, alat dari kayu untuk menenun songket, langsung dari Sambas. Perlahan, ia mulai mencoba memperbaiki nasib di perantauan dengan keahlian yang ia miliki sebelumnya, menenun songket.

“Waktu di Sambas, saya bersama Ibu dan adik perempuan terbiasa menenun kain songket Sambas untuk dijual. Selama setahun di Pontianak, kami bertiga menenun songket di rumah,” ujar ibu tiga anak itu.

Saat ini, Kurnia aktif membina dua puluh ibu rumah tangga di Sambas Jaya, termasuk dua siswi SD yang baru belajar menenun. Untuk rumah produksi, Kurnia bermitra dengan sekitar 17 rumah penghasil tenun. Kini, selain songket Sambas dan kain Cual khas Sambas, Kurnia dan ibu-ibu mitra binaannya juga menenun kain Corak Insang khas Pontianak dan kain motif Awan Berarak pesanan Dekranasda Kabupaten Mempawah, Kalbar.

“Untuk kain songket Sambas saya jual sebagian ke Sambas dengan sistem jual putus dan selalu laku karena ramai peminat di sana,” jelasnya.

Ibu Kurnia menjual kain songket Sambas mulai dari harga tiga ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Untuk Sarimbit dari bahan Songket dijual Rp 3.000.000

Keberhasilan Kurnia membina ibu-ibu mitra penenun di Kanun telah menarik beberapa media baik cetak, online, maupun televisi lokal dan nasional untuk meliput. Sebut saja mulai dari koran lokal di Pontianak hingga TV nasional.

kampung tenun

Gang Sambas Jaya berlokasi di Kelurahan Batulayang, Pontianak Utara, tak jauh dari dua ikon wisata Kota Pontianak, Tugu Khatulistiwa dan Komplek Makam Kesultanan Batulayang. Dari pusat Kota Pontianak, memakan waktu sekitar setengah jam. Gang Sambas Jaya dapat ditempuh lewat jalur darat maupun naik penyeberangan kapal feri dari Taman Alun Kapuas (seberang Korem) untuk motor dikenakan biaya Rp6.000 jika berboncengan berdua, jika sendiri Rp5.000, pejalan kaki (tidak bawa kendaraan) Rp2.000 dan mobil pribadi Rp25.000.

Artikel ini ditulis oleh Vivi Al-Hinduan - Pontianak
back to top