Belajar Antre di Gudeg Bromo Bu Tekluk

Food & Travel   25 Maret 2020
Foto: twitter.com/infojogja


Dikenal sebagai kota Gudeg, Yogyakarta menyimpan banyak pilihan gudeg untuk dinikmati warga. Nah, dari begitu banyaknya penjual gudeg, ada salah satu yang sudah begitu terkenal. Adalah Gudeg Bromo Bu Tekluk yang berlokasi di Jalan Affandi, Caturtunggal, Depok, Sleman. Hampir setiap harinya, tempat ini selalu dipadati para pembeli.

Gudeg yang tersedia di tempat ini adalah gudeg jenis basah. Banderol harga untuk setiap porsinya sendiri bervariasi, tergantung dari tambahan lauk-pauk yang dipilih. Misalnya, dengan merogoh kocek sebesar Rp20.000 saja, kita sudah mendapatkan seporsi Nasi Gudeg ditambah dengan tambahan lauk yang mengenyangkan.

Di tempat ini kita bisa bebas memesan lauk tambahan yang begitu beragam. Adapun lauk tambahan yang disediakan adalah telur, krecek, ceker, kepala ayam, daging ayam, ayam suwir, serta aneka gorengan. Kita juga bisa memesan minuman seperti es teh ataupun es jeruk.

Di Balik Nama “Tekluk”
Gudeg Bromo Bu Tekluk sendiri merupakan salah satu dari penjual gudeg legendaris yang ada di Yogyakarta. Namanya bisa disandingkan dengan nama-nama tenar lainnya, seperti Gudeg Yu Djum, Gudeg Sagan, ataupun Gudeg Pawon.

Hal tersebut bukannya tanpa alasan, Gudeg a’la Bu Tekluk sendiri telah memulai jejaknya sejak tahun 1984 silam. Ibu Sukijo, adalah nama asli dari Bu Tekluk, sang pemilik. Kendati bernama Gudeg Bromo, para pelanggannya justru lebih akrab menyebutnya: “Gudeg Bu Tekluk”.

Usut punya usut, julukan tersebut merupakan istilah dalam bahasa Jawa yang berarti terkantuk-kantuk. Sebutan ini muncul lantaran Bu Tekluk seringkali kedapatan tertunduk ngantuk ketika berjualan melayani para pembeli.

Rasa kantuk yang menghinggapi Bu Sukijo itu nyatanya merupakan hal yang lumrah. Maklum saja, jam buka dari Gudeg Bromo sendiri dimulai pada malam hari pukul 11 malam hingga 5 pagi hari.

Berkat jam bukanya tersebut, menjadikan Gudeg Bromo Bu Tekluk termasuk sebagai salah satu pilihan kuliner malam hari terpopuler di Yogyakarta. Untuk mampir ke tempat ini tidaklah sulit karena posisinya berada di sebelah timur Kampus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang bisa dijadikan patokan.

Cita Rasa yang Berbeda
Tidak hanya itu, hal yang menariknya lagi terdapat pada cita rasa yang diusung oleh Gudeg Bromo. Secara umum, gudeg terkenal didominasi oleh rasa yang cenderung manis. Namun, berbeda dengan racikan Bu Tekluk yang justru menekankan rasa gurih untuk gudeg buatannya.

Perbedaan inilah yang kemungkinan besar membuat Gudeg Bromo Bu Tekluk memiliki basis pelanggannya sendiri. Berbagai kalangan pembeli terlihat selalu memadati warung kaki lima yang beralamat lengkap di Jalan Affandi (Gejayan), No. 2C, Mrican, Yogyakarta.

gudeg
Sumber foto: Instagram.com/yoga_jogja90

Gudeg yang satu ini pun selalu berhasil memaksa para pembelinya untuk rela mengantre panjang. Saking panjangnya, para pembelinya bisa menghabiskan waktu hingga 1 jam lebih hanya untuk menunggu pesanannya tiba.
Fenomena antrean padat itu hampir dipastikan selalu terjadi setiap harinya. Hal itu bisa dikatakan sebagai sesuatu yang biasa terjadi di tempat ini. Tidak berlebihan jika lapak kuliner malam yang satu ini disebut sebagai spot untuk belajar tertib dalam mengantre.

Gudeg Bromo Versi Siang Hari
Gudeg Bromo Bu Tekluk sendiri kini sudah membuka cabang baru dengan jadwal buka yang berbeda. Cabang barunya tersebut mengambil lokasi di Jalan Opak Raya, Kecamatan Prambanan.

Berbeda dengan cabang utamanya, Gudeg Bromo di Jalan Prambanan ini dijadwalkan buka justru pada jam 10 pagi - 7 malam. Kendati punya jam operasi yang berlawanan, banderol harga untuk tiap menunya tidak jauh berbeda dari Gudeg Bromo versi malam hari.

Perbedaan lainnya terdapat pada tampilan lokasi Gudeg Bromo Bu Tekluk di Prambanan dengan sang pendahulunya di Jalan Affandi tadi. Tempat Gudeg Bromo versi siang hari sengaja lebih didesain seperti restoran dengan hawa sejuk yang jauh dari kesan pinggir jalan.

restoran
Sumber foto: Nurhana Tri Utami

Selain desain tempat, Bu Sumijo, alias Bu Tekluk sendiri yang kini memilih turun tangan langsung di Gudeg Bromo versi siang harinya ini. Hal inilah yang membuat sosok Bu Tekluk sendiri sudah jarang terlihat di Gudeg Bromo Jalan Affandi.

Lokasi Gudeg Bromo versi siang hari berjarak sekitar 12 km dari tempat ‘kembarannya’, Gudeg Bromo versi malam hari. Kita perlu mengambil rute menuju jalan Raya Solo-Yogyakarta sebelum berbelok ke Jalan Opak Raya. Setelah berbelok, kita tinggal lurus 2 km lagi untuk tiba di lokasi dan menikmati sajian Gudeg Bromo, langsung dari pemiliknya sendiri.

Artikel ini ditulis oleh Harry Azhari - Sleman
back to top