Upacara Melasti Di Pantai Kuta Ditiadakan

News   23 Maret 2020
Foto: brisik.id


Setiap menyambut hari raya Nyepi, umat Hindu di pulau Bali akan menyelenggarakan upacara Melasti yang mengandung arti menghanyutkan kotoran alam dengan menggunakan media air kehidupan. Biasanya upacara tersebut dilaksanakan empat hari sebelum perayaan Nyepi dan berlokasi di tepi pantai. Upacara ini bertujuan menyucikan diri dari segala bentuk perbuatan buruk di masa lalu dan melarungnya ke laut.

Bagaimana suasana Bali ketika akan menyambut hari raya Nyepi setelah adanya imbauan dari pemerintah yang menghendaki masyarakat berdiam diri di rumah dan tidak berada di suatu keramaian untuk menghindari penularan virus corona?

Pantai Kuta yang biasanya ramai oleh wisatawan, terlihat sangat sepi seperti tidak ada kehidupan. Terlihat hanya ada beberapa penduduk lokal yang ingin mengikuti upacara Melasti dan berkerumun di tepi pantai. Mereka berdiri tepat di belakang bangunan yang digunakan sebagai tempat untuk meletakkan sesajen yang sudah diberi nama sesuai dengan nama pura masing – masing desa yang ingin melaksanakan upacara Melasti.

sepi

Setiap tahun umat Hindu di Bali selalu melaksanakan upacara Melasti di tepi pantai Kuta, seperti halnya pada perayaan Nyepi tahun ini. Akan tetapi mungkin ini adalah perayaan Nyepi dengan suasana yang berbeda bagi umat Hindu Bali, karena mereka pada akhirnya tidak bisa melaksanakan upacara Melasti di tepi pantai dan harus melaksanakan ibadah di pura desa masing – masing.

Semua peralatan yang akan digunakan untuk melaksanakan upacara Melasti diangkut kembali oleh warga untuk di kembalikan. Beberapa sesajen yang akan digunakan untuk upacara masih tergeletak di atas pasir dan terbungkus rapi. Nantinya sesajen tersebut akan dibawa pulang kembali oleh mereka dan digunakan untuk berdoa di pura desa masing – masing.

sajen

Saat Nyepi, seluruh umat Hindu harus berdiam diri di dalam rumah masing – masing dengan berdoa tanpa adanya penerangan selama sehari semalam. Akan tetapi pada perayaan Nyepi tahun ini, bagi masyarakat yang tidak beragama Hindu juga ikut melakukan aksi berdiam diri di dalam rumah untuk meminimalisir penyebaran virus Corona. Tempat usaha seperti restoran ataupun café diminta untuk tutup sementara supaya tidak banyak lagi masyarakat yang terjangkit virus corona.

Apakah akan ada karnaval ogoh – ogoh seperti tahun lalu? Seperti halnya dengan upacara Melasti. Karnaval ogoh –ogoh pada tahun ini ditiadakan. Ogoh – ogoh merupakan simbol dari kejahatan yang nantinya akan dibakar ketika karnaval berlangsung. Dengan membakar ogoh – ogoh berarti pula melenyapkan keburukan yang bersemayam di tubuh kita. Mungkin tahun ini merupakan perayaan Nyepi yang benar – benar sepi tanpa adanya upacara Melasti dan karnaval ogoh – ogoh seperti pada tahun – tahun sebelumnya.

Semoga tahun depan Indonesia sudah bisa terbebas dari virus Corona.

Artikel ini ditulis oleh Adi Wahyu Zazuli - Bali
back to top