Mengenal Setan Gamutu, Si Penjaga Alam Raja Ampat

Lifestyle   17 Maret 2020
Foto: brisik.id


Dibalik keindahan alam Raja Ampat, dipercaya ada sosok tangguh dan pemberani yang setia menjaga dan mengawal alam Raja Ampat. Dia adalah ‘Setan Gamutu”. Kehadiran setan gamutu ini diakui komunitas masyarakat suku Matbat yang mendiami Kepulauan Misool, Raja Ampat.

Berdasarkan tuturan sejarah masyarakat suku Matbat, konon katanya setiap kali suku Matbat menggelar acara atau ritual dalam kampung, Setan Gamutu selalu dipanggil melalui sebuah ritual khusus pemanggilan yang dilakukan oleh para tetua adat. Kehadirannya diyakini menjaga keberlangsungan acara dan terhindar dari berbagai ancaman akibat serangan roh-roh jahat dan orang-orang asing yang ingin merusak suasana pesta atau acara.

gamutu

Meskipun namanya “Setan Gamutu”, namun ia memiliki sisi positif yaitu menjaga dan melindungi. Ia bukan seperti sosok setan pada umumnya sebagai roh-roh jahat atau pembawa sial, kerusakan dan bahaya bagi manusia.

Untuk mengabadikan dan mengingat peran setan gamutu ini, maka Suku Matbat menciptakan karya dan kreasi seni lewat sebuah tarian yang disebut Tari Setan Gamutu. Tari ini selalu dipentaskan dalam setiap acara baik yang berlangsung dalam suku Matbat maupun acara-acara Festival Raja Ampat.

Pementasan tari setan gamutu biasanya digabungkan dengan tari Wala, yaitu tari sakral dalam masyarakat Matbat (Misool). Ada dua kelompok penari. Pertama, kelompok penari Wala terdiri dari tetua adat, para orangtua dan mama-mama tua, menari sambil mendendangkan syair-syair bahasa tanah (Bahasa suku Matbat). Sedangkan kelompok kedua adalah para penari setan Gamutu yang terdiri dari para laki-laki, orang-orang muda hingga pria dewasa, mereka mengelilingi arena dan penari Wala, menjaga keamanan.

Kostum
Sesuai namanya maka kostum yang dipakai para penari setan Gamutu ini memang kelihatan seram dan menakutkan. Semua penari mengenakan serat ijuk. Serat ijuk adalah serabut hitam dan keras pelindung pangkal pelepah daun enau atau aren. Selain memakai serta ijuk, para penari juga memegang busur-panah, tombak dan parang. Tugas mereka menari mengelilingi arena pementasan dan mengelilingi penari wala sampai acara pementasan selesai.

Bagi wisatawan yang ingin mengabadikan momen bersama setan gamutu ini, datanglah ke Raja Ampat khususnya pada saat festival-festival Raja Ampat.

Peran Setan Gamutu
Saat mengunjungi pulau Misool, para wisatawan harus memiliki niat dan motivasi yang bersih dan jernih. Selain itu, beberapa spot wisatanya memiliki aura mistis, karena itu setiap tamu maupun wisatawan yang berkunjung ke Pulau Misool harus menggunakan jasa guide lokal.

“Kami sangat terbuka bagi siapa pun untuk datang berkunjung ke Misool, tapi mereka harus datang dengan niat yang bersih, tidak boleh rusak alam, karena nantinya pasti ada bencana atau kejadian yang menimpa mereka” ujar Nikolas Mjam, salah satu tokoh masyarakat Matbat.

misool

Misool merupakan salah satu dari empat pulau terbesar di Raja Ampat. Keempat pulau tersebut yakni Pulau Waigeo, Pulau Batanta, Pulau Salawati dan Pulau Misool. Sebagai pulau terbesar, Misool memiliki potensi pariwisata yang sangat kaya dan masih alami. Bahkan diakui bahwa kekuatan pariwisata Raja Ampat terletak di kepulaun Misool, baik dari segi jumlah spot wisata maupun kualitas panorama alam yang dipancarkan kepulaun Misool. Puncak Harfat, Love Lagoon, Gua Keramat, Danau Ubur-ubur, air terjun, Batu Susun, Batu Catur, Batu Putri Termenung adalah sederet kepingan keindahan yang membuktikan bahwa alam pulau Misool memang punya kekuatan magis dan eksotis.

Artikel ini ditulis oleh Liberius Pajo - Raja Ampat
back to top