Jangan Berlibur ke Toraja

Food & Travel   16 Maret 2020
Foto: brisik.id


Siapa tak kenal Toraja, salah satu kabupaten di wilayah Sulawesi Selatan ini namanya sudah tersohor hingga mancanegara. Toraja berjarak sekitar 317 km dari Makassar dengan waktu tempuh 8 jam perjalanan darat.

Selain wisata alam, kebudayaan masyarakat Toraja juga menjadi nilai tambah bagi para pelancong yang menapakan kakinya di wilayah yang juga terkenal dengan sebutan 'negri di atas awan' ini.

Jika Anda berencana mengunjungi Toraja, maka tulisan ini bisa menjadi pertimbangan untuk 'tidak' berlibur ke Toraja.

Bukan untuk Pengidap Claustrophobia
Toraja bukanlah tempat untuk pengidap phobia dalam ruang sempit atau dalam bahasa medis disebut Claustrophobia . Destinasi utama Toraja adalah wisata alam yang berpadu dengan keunikan budaya. Masyarakat Toraja biasanya melakukan ritual kematian unik yang disebut Rambu Solo'.

Bagi masyarakat Toraja, jenasah keluarga yang meninggal tidak dikebumikan di tempat pemakaman umum, melainkan memasukkannya dalam peti mati lalu dimasukan ke dalam bongkahan batu yang ada dalam area goa yang sudah dipahat. Keunikan ini dapat Anda temukan saat berada di Ketekesu, Londa atau di Loko Mata.

Toraja
Foto: brisik.id

Nah bagi pengidap claustrophobia, tentu pemandangan ini bisa menjadi masalah tersendiri. Ditambah lagi, di dalam goa banyak ditemukan peti mati dan tulang belulang jenasah yang berserakan. Ada aura mistis dan sensasi merinding begitu masuk ke area pemakaman goa tersebut.

Terlihat juga tulang belulang manusia yang diletakan di beberapa sudut kompleks pemakaman. Pemandangan ini tentu bisa mengobati rasa penasaran akan konsep pemakaman masyarakat Toraja.

Namun tak perlu khawatir, bagi pelancong yang tidak berani memasuki atau bahkan mendekati goa, bisa memilih alternatif lain dengan jalan-jalan di sekitar Loko Mata, Ketekesu atau Londa agar tidak merasa bosan. Di sekitar area ini alamnya betul-betul indah dan asri.

Bukan untuk pelancong yang berpikir wisata Toraja mahal
Entah kenapa banyak yang berpikir bahwa Toraja merupakan destinasi wisata yang identik dengan penginapan dan transportasi mahal. Bagi para pelancong kelas backpacker, Toraja dijamin tidak akan menguras dompet.

Kini Toraja sudah memiliki banyak pilihan penginapan murag di sejumlah aplikasi. Khusus di Rantepao, Toraja Utara dapat mencoba menginap di Wisma Sarla, Wisma Maria atau penginapan Karya Bethel dengan tarif cuma Rp150.000 per malam.

Untuk memudahkan perjalanan, Anda bisa ke Lapangan Bakti yang berada di pusat kota Rantepao untuk menyewa motor. Harga sewanya Rp60.000 – Rp80.000 per hari. Jauh lebih murah dibandingkan menyewa mobil yang harganya mencapai Rp300.000 per hari.

Londa
Foto: brisik.id

Bukan untuk Penikmat Kopi Sachet
Sayang sekali jika sudah jauh-jauh datang ke Toraja, tapi hanya menikmati kopi sachet. Di sini banyak bertebaran kedai kopi original di sudut kota. Kopi Toraja berupa arabika atau robusta racikan para barista dapat menjadi perpaduan elok menikmati keindahan Toraja. Rasanya kurang lengkap jika tidak menikmati kopi tersebut.

Dengan potensi kopi yang telah mendunia, Kopi Toraja juga bisa menjadi buah tangan yang tepat untuk dibagikan kepada orang-orang terdekat. Untuk mendapatkannya, silahkan ke pasar Bolu dengan harga relatif lebih murah. Anda juga bisa mendapatkan berbagai jenis kopi yang berbentuk bean atau sudah diolah.

Di Pasar Bolu, Anda juga dapat membeli cabai kattokon, yakni cabai khas dan terpedas sebagai pilihan cindramata. Jangan lupa juga untuk jalan-jalan di pasar hewan Bolu, anda akan menjadi saksi transaksi pembelian kerbau atau tedong yang hanya ada di Toraja.

Toraja bukan saja menawarkan liburan tapi juga petualangan. Karena itu jangan ragu untuk ke Toraja menikmati alamnya, mempelajari budayanya, serta menyeduh kopinya.

Selamat berlibur!

Artikel ini ditulis oleh Negara lucu - Makassar
back to top