Lumpia Sami Jaya, Street Food Legendaris di Malioboro

Food & Travel   14 Februari 2020
Foto: brisik.id


Melancong ke Jogja berarti tak luput dari Malioboro. Tempat ini adalah salah satu destinasi wisata yang banyak diincar wisatawan.

Malioboro menyuguhkan beragam daya tarik, mulai dari pusat perbelanjaan, musik jalanan, fashion, hingga ragam kuliner legendaris.

Bicara soal kuliner legendaris, ada satu street food di Malioboro yang punya antrean pembeli begitu panjang. Namanya Lumpia Sami Jaya. Kelezatan lumpia ini sudah melegenda dan selalu diburu wisatawan begitu menginjakkan kaki di Malioboro.

Lumpia Sami Jaya sudah hadir menemani masyarakat Jogja sejak tahun 1976. Perintisnya bernama Nur Seto. Kini, usaha kuliner ini sudah dikelola oleh generasi kedua dari keluarga Nur Seto.

Meski telah berganti tangan, tapi rasanya masih terjaga. Buktinya, banyak pembeli rela datang jauh-jauh dari luar kota untuk mencicipi kenikmatannya. Pasalnya cita rasa lumpia di sini terkenal unik dan berbeda.

lumpia sami jaya
Foto: brisik.id

Nama Lumpia Sami Jaya juga punya cerita tersendiri. Diketahui, lumpia ini awalnya dijajakan di depan Toko Sami Jaya yang lokasinya dekat dengan Hotel Mutiara. Dari situlah banyak pelanggan mengenalnya sebagai Lumpia Sami Jaya atau Lumpia Mutiara.

Mudah untuk menemukan tempat jualan Lumpia Sami Jaya. Kamu tinggal bertanya kepada warga setempat, maka hampir dipastikan mereka semua tahu. Karena nama Lumpia Sami Jaya sudah hits dan sering menjadi jujukan wisatawan.

Soal ukuran, lumpia ini sebenarnya berukuran biasa atau sama dengan lumpia pada umumnya. Namun yang membedakan adalah isiannya yang begitu padat.

Lumpia yang dijual adalah khas Yogyakarta dan berbeda dengan lumpia Semarang. Jika lumpia khas Semarang menggunakan rebung sabagai isian, maka lumpia khas Yogya menggunakan bengkoang.

Selain bengkoang, isian lainnya yang digunakan adalah beberapa jenis sayur yakni tauge dan wortel serta ayam. Sedang untuk lumpia spesial ditambah telur puyuh.

Lumpia ini semakin lezat bila disantap selagi masih hangat. Lumpia juga baru digoreng ketika sudah ada pembeli.

Cabe rawit dan saus bawang putih dijadikan pelengkap untuk menikmati Lumpia Sami Jaya. Bumbu ini akan menambah rasa gurih dan segar. Apalagi jika ditambah dengan acar dan saus bawang putih. Mantul!

Lumpia di sini juga hanya diproses dengan cara digoreng. Tak ada jenis basah. Rasanya sangat khas. Kulitnya cukup crispy dan gurih. Isianya yang sebelumnya telah dimasak memiliki rasa gurih.

lumpia sami jaya
Foto: brisik.id

Lumpia bisa kamu nikmati langsung di tempat, namun lokasinya sederhana. Atau kamu juga bisa membungkusnya untuk dimakan di rumah. Jika ingin dijadikan oleh-oleh, mintalah kepada penjualnya untuk menggoreng lumpia setengah matang.

Dalam sehari kedai ini bisa menjual antara 700 hingga 800 biji lumpia. Jumlah tersebut akan bertambah hingga dua kali lipat saat hari liburan tiba.

Penasaran dengan rasanya? Langsung saja datang ke depan Toko Sami Jaya yang berada di kawasan Malioboro, di Jl. Malioboro No. 18, Suryatmajan. Atau tepat di sebelah Hotel Mutiara.

Cara paling gampang menggapai tempat ini adalah dari Malioboro ke arah Selatan kurang lebih 200 meter. Adapun posisi kedainya berada di emperen toko di timur jalan.

Kedai Lumpia Sami Jaya bukanya mulai dari jam 08:00 hingga 21:00 WIB. Kamu pun bisa mengunjungi cabang lainnya yang berada di Jalan Mataram No. 44, Suryatmajan, Danurejan, Jogja.

Lumpia ini dijual di gerobak sederhana yang ukurannya juga tidak terlalu besar. Harganya murah banget, untuk lumpia isi ayam dipatok Rp4.500 saja, sedangkan lumpia spesial dibanderol Rp5.000.

Artikel ini ditulis oleh Jihan Aulia - Bandung
back to top