Mantan Napi Teroris Tolak Kepulangan WNI Mantan ISIS

News 13 Februari 2020

mantan napi teroris isis wni

Foto: youtube.com/@Mimbar Tube


Mantan narapidana teroris, Sofyan Sauri, mengaku tidak setuju apabila pemerintah berniat memulangkan para warga negara Indonesia mantan ISIS ke tanah air. Menurutnya hal itu bisa mengancam keamanan dalam negeri.

Sofyan juga mengingatkan pemerintah juga harus memiliki indikator khusus yang bisa menentukan WNI mana saja yang bisa pulang dan yang tidak. Sehingga tidak menambah beban negara yang saat ini sedang memerangi radikalisme di dalam negeri.

″Secara pribadi saya sendiri saya nggak setuju karena saya tahu betul bagaimana pribadi mereka, sifat mereka, kecurangan mereka. Saya melihat berapa kali kasus terorisme di Indonesia itu ketika dideportasi dari Turki ke Indonesia mereka justru banyak berbuat kekacauan .

Sejumlah hal menurut Sofyan juga harus dipertimbangkan secara matang oleh pemerintah apabila ingin memulangkan WNI eks kombatan ISIS. Dengan memastikan eks kombatan ISIS tersebut bebas dari paham radikalisme, hingga kesiapan anggaran untuk program deradikalisasi. Sebab menurut Sofyan, program deradikalisasi yang sudah dijalankan pemerintah masih kurang optimal.



Sofyan Sauri adalah mantan polisi yang terlibat terorisme jaringan Al Qaida Asia Tenggara. Ia mulai terpapar ideologi terorisme pada 2002 saat ditugaskan ke Biureun, Aceh.

Pada 2009 ia dipecat dari kepolisian, dan pada 2010 dibekuk oleh Densus 88. Di tahun yang sama, ia divonis 10 tahun penjara oleh PN Depok. Pada 2015 ia dibebaskan setelah mendapat remisi.

mantan napi teroris isis wni

Berita Terkait

Berita Video