Empat Mahasiswi Asal Gowa Lahirkan Inovasi Mi Instan Untuk Penderita Diabetes

Woman   10 Februari 2020
Foto: dapuribulalawira.blogspot.com


Empat mahasiswi Universitas Islam Negeri Makassar, Fakultas Ilmu Kedokteran dan jurusan Farmasi, membuat inovasi pembuatan mie instan sehat yang berbahan dasar labu kuning. Mi instan ini disebut ramah bagi pengidap diabetes.

Penemuan ini berawal dari tugas kuliah yang diberikan oleh dosen agar mahasiswa membuat makanan yang memiliki manfaat kesehatan.

Proses pembuatan mie instan yang berbahan labu kuning sangat sederhana. Labu kuning dikupas dan diiris tipis lalu difermentasi ke dalam mesin pengering. Kemudian diolah menjadi tepung dan dicampur dengan telur. Adonan tersebut kemudian digiling hingga seperti mi pada umumnya. Mi instan ini dibuat tanpa ada campuran minyak atau tanpa melalui proses digoreng.

″Kami memilih labu kuning karena banyak terdapat di Sulawesi Selatan terutama di Gowa dan mudah dijumpai. Terus harganya murah dan warnanya juga menarik untuk dibuat menjadi mi. Kami terinspirasi membuat mie untuk orang-orang yang diabetes,″ kata Rahul Fadilah, salah satu inovator mi instan ini.

Rahul tak menyangka bahwa inovasi pembuatan mi instan berbahan dasar labu kuning dapat mengharumkan nama Indonesia. Inovasi ini sukses menjadi pusat perhatian di ajang Seoul International Invention Fair pada November tahun lalu di Seoul, Korea Selatan.

mahasiswi

Rahul Fadila, Indah Nur Pratiwi, Nur Rezky dan Fitri Imani berhasil meraih silver prize dalam ajang ini. Mereka pun membawa pulang penghargaan Woman Inovator dan Special Award dari Vietnam dalam kategori Best Inventor.
back to top