Pria Kesepian Sembunyikan Jasad Ayahnya di Rumah

News   10 Desember 2019

Sumber: AFP/JEFF PACHOUD

Rasa kesepain rupanya bisa membuat orang berbuat hal nekat. Seperti tindakan pria asal Jepang ini, karena takut dengan kesendirian, ia sengaja menyimpan jasad ayahnya selama 24 hari di dalam rumah.

Dilansir Asahi, seorang pria berusia pria 61 tahun di Tokyo melakukan aksi yang membuat banyak orang merinding. Pasalnya ia menyembunyikan jasad ayahnya yang meninggal diusia 91 tahun di apartemen Adachi Ward, tempat mereka tinggal. Insiden ini dilaporkan terjadi pada akhir Juli lalu.

Dalam persidangan yang digelar pada bulan November, pria yang tak disebutkan identitasnya itu mengaku menyaksikan secara langsung proses kematian ayahnya. Bukannya meminta bantuan dengan menghubungi polisi atau ambulans, ia malah memakaikan jasad ayahnya piyama.

Setelah peristiwa kematian ayahnya, pria itu dilaporkan menjalani hari seperti biasa. Ia masih memandikan dan merawat ayahnya seolah masih hidup. Tapi ada aktivitas 'ganjil' tambahan yang rutin dilakukan, yakni mengusir lalat atau serangga yang hinggap di mayat ayahnya.

Tiga minggu kemudian, proses pembusukan terjadi pada mayat tersebut. Cairan dari jasad ayahnya menyerap ke dalam kasur sehingga menimbulkan bau busuk. Para tetangga yang terusik meminta bantuan polisi untuk mengungkap sumber bau tak sedap tersebut. Akhirnya terungkap ada sesosok jasad yang sudah membusuk berada di apartemen.

apartemen jasad ayah
Sumber: asahi.com

Kepada petugas kepolisian, pria itu berujar bahwa dirinya takut kesepian sepeninggalan ayahnya.

“Saya tidak menelepon ambulans karena takut kesepian jika ayah saya dibawa,” kata dia.

Diketahui, pria itu sempat dituntut kurungan penjara selama satu tahun penjara. Namun karena rasa iba, hakim memutuskan hukuman penjara satu tahun dengan penangguhan selama dua tahun.

Pria itu dilaporkan memilih menganut paham hikikomori, yakni suatu sikap anti-sosial yang membuat pelakunya mengisolasi diri di dalam rumah, tidak bekerja, dan hanya mau berinteraksi dengan orang tua saja. Menurut pemerintah Jepang, hikikomori sudah dianut lebih dari 600 ribu warganya.

Di pengadilan juga terungkap, pria tersebut berhenti bekerja dan tinggal di rumah di usia 20 tahun atau sejak ibunya meninggal terserang penyakit kanker. Sementara ayahnya berprofesi sebagai tukang bersih di sekolah dan penghasilan yang didapat digunakan untuk menafkahi putranya.

Artikel ini ditulis oleh Jihan Aulia - Bandung
back to top