Fenomena Luapan Lumpur Kesongo Jadi Daya Tarik Wisata

Food & Travel   09 Oktober 2019

Sumber gambar: https://humasperhutanirandublatung.wordpress.com

Besarnya luapan lumpur yang menenggelamkan beberapa desa di Porong, Kabupaten Sidoarjo yang kemudian dikenal dengan Tragedi Lumpur Lapindo, menjadi pemandangan yang sangat mengerikan.

Di Kesongo, Grobogan, Jawa Tengah, juga ada kejadian yang sama. Bedanya lumpur yang keluar volumenya kecil yang justru jadi pemandangan unik dan menarik serta mengundang para wisatawan.

Berlokasi di kawasan Situs Ekologi sekaligus Hutan Lindung yang berada dibawah pengelolaan Perum Perhutani Unit I KPH Randublatung dan TFT (Tropical Forest Trust), keberadaan Lumpur Kesongo sudah sejak lama dijadikan sebagai objek wisata.

Kawasan wisata yang berada di Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan ini, juga merupakan kawasan migrasi satwa dan kawasan habitat satwa, sehingga jika beruntung pengunjung bisa melihat beberapa jenis binatang liar yang dilindungi.

Lumpur Kesongo berada di Petak 141 RPH Padas, BKPH Trembes yang memiliki luas sekitar 119,1 hektar. Area tersebut terbagi atas tiga tipe habitat, yaitu kawasan padang rumput atau savana, kawasan rawa dan kawasan semburan lumpur yang luasnya sekitar 5 hektar.

lumpur
Sumber gambar:http://perhutani.co.id

Area ini menjadi habitat dari beberapa jenis burung yang dilindungi, seperti Cangak Merah, Cangak Abu, Belibis Batu, Bangau Tongtong dan Bambangan Merah. Selain itu beberapa jenis burung yang berasal dari tempat jauh banyak yang bermigrasi ke sini. Sebagian ada yang menetap dan membentuk koloni baru, sebagian lainnya hanya menjadikan Kesongo sebagai persinggahan sementara. Karena itulah Kesongo ditetapkan sebagai kawasan Hutan Lindung.

Karena fungsi utamanya sebagai hutan lindung, membuat Kesongo kurang begitu dikenal di kalangan traveller karena dianggap hutan biasa yang tidak memiliki daya tarik. Bahkan mungkin terlarang untuk dikunjungi karena statusnya sebagai hutan lindung.

Daya Tarik Lumpur Kesongo Grobogan Purwodadi
Lumpur Kesongo merupakan fenomena alam yang unik dan menarik. Pengunjung dapat menyaksikan semburan-semburan lumpur yang muncul dari dalam perut bumi dengan ukuran kecil di beberapa titik yang keluar secara sporadis. Semburan lumpur tersebut menyerupai proses meletusnya gunung berapi saat memuntahkan magma.

Sebelum terjadi semburan lumpur, selalu diawali dengan terdengarnya suara bergemuruh serta gempa lokal berskala kecil. Kejadian ini tidak berlangsung setiap saat, namun begitu terjadi semburan lumpur, biasanya akan berlangsung selama beberapa hari.
back to top