Mitos atau Fakta, Seputar Deodoran

Lifestyle   01 Oktober 2019

Sumber gambar: hellosehat.com

Apakah kamu suka menggunakan deodoran? Kebanyakan orang menggunakan deodoran sebelum memulai aktivitas di luar rumah untuk mencegah keringat berlebih yang bisa menimbulkan bau badan. Walaupun deodoran cukup “akrab” dengan kebanyakan orang, tapi sayangnya banyak mitos dan fakta tentang deodoran yang mungkin belum kamu tahu.

Deodoran dan antiperspirant sama?
Mungkin banyak yang berpikir keduanya sama. Faktanya deodoran dan antiperspirant adalah berbeda. Deodoran memiliki fungsi untuk membunuh bakteri yang menyebabkan bau badan, sedangkan antiperspirant menggunakan kandungan alumunium guna menutup pori sehingga mencegah keringat keluar.

Jadi, bagi kamu yang mudah berkeringat, antiperspirant akan lebih membantu ketiak tetap segar. Sedangkan bagi yang sedikit berkeringat, deodorant akan lebih cocok untuk digunakan.

deodoran
Sumber gambar: kumparan.com

Waktu Tepat Menggunakannya
Biasanya deodoran dipakai di pagi hari setelah mandi. Ternyata menurut para ahli kebiasaan ini kurang tepat, karena malam harilah waktu yang paling pas untuk mengaplikasikan deodoran ke ketiak. Hal ini dikarenakan
pada malam hari biasanya tidak banyak aktivitas yang dilakukan dan kelenjar keringat bekerja lebih lambat sehingga lebih sedikit berkeringat. Selain itu juga deodoran akan bekerja lebih optimal ketika kulit ketiak dalam keadaan bersih.

Menyebabkan kanker?
Letak payudara yang dekat dengan ketiak menimbulkan dugaan bahwa zat kimia, seperti paraben dalam deodoran ataupun antiperspiran yang digunakan pada bagian ketiak bisa menyebabkan kanker karena menghalangi tubuh membuang racun atau keringat. Ada pula beberapa penelitian yang mengklaim bahwa zat-zat kimia dapat berinteraksi dengan DNA dan menyebabkan perubahan sel sehingga berisiko menyebabkan kanker payudara.

Tapi di sisi lain ada penelitian yang mengungkapkan fakta berbeda. Pada penelitian tersebut tidak ditemukan bukti ilmiah yang kuat atas dugaan di atas.

Namun jika hal tersebut jadi membuat kamu bingung, cermatilah bahan yang terkandung dalam deodoran pada kemasannya. Meski tidak terbukti secara medis, namun mengingat fakta bahwa jaringan tubuh manusia memang dapat menyerap dan menyimpan paraben, maka ada baiknya menghindari penggunaan produk yang mengandung bahan ini.

deodorant
Sumber gambar: Tabloid Bintang

Keringat Pria lebih banyak dibanding Wanita
Faktanya produksi keringat tidak disebabkan karena jenis kelamin, melainkan pada ukuran tubuh dan gaya hidup. Baik pria maupun wanita memiliki kelenjar keringat yang sama jumlahnya. Biasanya orang yang aktif dan memiliki badan besar akan berkeringat lebih banyak.

Menggunakan Deodoran Setelah Bercukur
Untuk menjaga kebersihan ataupun menata nilai estetika, bulu ketiak memang perlu dicukur secara rutin. Namun yang harus diingat adalah jangan langsung mengoleskan deodoran setelah mencukur ketiak. Karena permukaan kulit ketiak yang habis dicukur akan lebih sensitif. Dan jika pemberian deodoran atau antiperspirant dilakukan maka akan menimbulkan rasa yang tidak nyaman pada ketiak.
back to top