Diet Kopi Lagi Ngetren, Apakah Bermanfaat?

Health   25 September 2019

Sumber gambar: indiatimes.com

Diet kopi sekarang menjadi tren masyarakat perkotaan. Menurut Bob Arnot, seorang dokter merangkap jurnalis serta penulis, dalam bukunya 'The Coffee Lover's Diet' menyatakan bahwa kopi dipercaya mampu menurunkan berat badan seseorang. Benarkah?

Mengutip dari situs web 'Men's Health', minum 720 mililiter kopi per hari atau setara dengan tiga cangkir kopi efeknya sangat baik bagi tubuh. Namun, perlu dicatat bahwa kopi yang dikonsumsi harus dibuat dari biji kopi yang dipanggang tanpa ada campuran krim atau gula.

Saat menjalankan program diet kopi, Anda juga diwajibkan mengurangi konsumsi 1.500 kalori setiap hari. Makanan yang bisa dikonsumsi untuk mencapai angka itu juga harus dikontrol. Pilihannya adalah makan sayur dan ayam yang dipanggang. Sementara itu, hindari makanan beku dan ngemil.

Menurut Arnot, kedua aktivitas tersebut sangat baik untuk mengurangi berat badan. Apalagi kopi dipercaya bisa mengurangi nafsu makan. Banyak penelitian yang membuktikan bahwa diet ini berhasil bagi orang yang kelebihan berat badan. Memasuki minggu keenam dari diet kopi, nafsu makan seseorang akan berkurang secara signifikan.

Lebih lanjut, Arnot menyebut bahwa kopi efektif untuk meningkatkan metabolisme tubuh. Menurut penelitiannya sendiri, Arnot telah membuktikan bahwa kopi akan membakar lemak lebih cepat. Dalam lima minggu pertama, peserta program diet berhasil mengurangi 17 hingga 28 persen dari berat badan mereka dengan dukungan asupan kalori rendah.

diet kopi
Sumber gambar: Getty Images

Namun dalam situs Health Line mengatakan bahwa tidak disarankan semua orang mencoba diet kopi. Pasalnya konsumsi kopi yang berlebihan dapat mengakibatkan banyak masalah kesehatan. Misalnya, tekanan darah tinggi, di mana sebuah penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi tiga cangkir kopi dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.

Selain itu, karena sifat diuretik dari kopi, seseorang yang sedang menjalani diet kopi jadi harus pergi ke kamar mandi lebih sering dibandingkan dengan orang lain.

Akibatnya, seseorang dapat kehilangan banyak elektrolit penting karena frekuensi tinggi dari ekskresi urinoir, termasuk kalium, yang dapat menyebabkan kondisi yang disebut hipokalemia. Hipokalemia sendiri mempengaruhi kontrol otot dan kebugaran jantung seseorang.

Alhasil, asupan tinggi kafein telah dikaitkan dengan peningkatan risiko serangan jantung, sakit kepala, insomnia, dan meningkatnya kemungkinan osteoporosis, dan bahkan depresi. Meski mengonsumsi kopi dalam jumlah besar bisa berbahaya, asupan hingga 400 miligram atau empat cangkir kopi setiap hari masih dianggap sebagai batas aman.
back to top