265 Mahasiswa dan 39 Polisi Jadi Korban Luka Demo

News   25 September 2019

Sumber gambar: Antara/Muhammad Adimaja

Polda Metro Jaya mencatat ratusan menjadi orang dari kelompok mahasiswa menjadi korban luka terkait aksi demo di DPR yang berakhir ricuh. Beberapa di antaranya sudah pulang dan sebagian masih dirawat inap di rumah sakit.

Para korban juga buka hanya datang dari kalangan mahasiswa, namun puluhan anggota kepolisian juga menjadi korban luka.

Kepala Polisi Metro Jakarta Insp. Jenderal Gatot Eddy Pramono mengatakan sebanyak 39 petugas polisi menjadi korban bentrokan di gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada hari Selasa, 24 September. Mereka dilaporkan terluka dalam insiden tersebut.

"Mereka telah dihantam batu dan panah, beberapa di antaranya patah tangan dan sekarang dirawat di rumah sakit," kata Gatot saat konferensi pers di kantornya, Rabu, 25 September.

kapolda
Sumber gambar: detik.com

Jumlah korban yang terluka di kalangan mahasiswa jauh lebih banyak dibandingkan petugas kepolisian. Menurutnya, total 254 siswa mengalami luka-luka. Sebagian besar dari mereka telah menjalani perawatan medis, dan 11 lainnya dirawat di rumah sakit yang tersebar di beberapa rumah sakit di Jakarta.

"Para mahasiswa terkena gas air mata. (Luka-luka) mungkin disebabkan oleh bentrokan ketika mereka melarikan diri. Kami masih menyelidiki kasus ini," tambah Gatot.

Kapolda lebih lanjut mengatakan polisi telah menangkap 94 orang yang dicurigai sebagai perusuh atau provokator. Menurutnya, salah satu dari mereka ditemukan membawa bom molotov. Hingga kini, penyelidikan masih berlangsung.

"Kami akan memilah keberadaan mereka, baik dari mahasiswa, publik, atau pihak lain," kata Gatot.

Demonstrasi mahasiswa dari berbagai Universitas di gedung DPR bertujuan untuk menolak sejumlah pasal yang dianggap bermasalah untuk dibatalkan. Protes itu menimbulkan kerusuhan pada Selasa sore, 24 September.

Masa melempari batu, petasan, dan balok kayu untuk menyerang polisi, sementara petugas keamanan menembakkan gas air mata dan meriam air ke arah para demonstran.
back to top